Wednesday, 8 June 2016

Musée d'Orsay, Dari Stasiun Kereta menjadi Museum Nan Indah






Paris selain terkenal dengan Menara Eiffel juga museumnya. Terdapat 130 museum yang ada di kota ini, dan salah satunya yang terkenal adalah Musée d’Orsay atau museum Orsay, selain museum Louvre tentunya. Museum yang terletak di tepi sungai Seine ini adalah surga bagi pecinta lukisan impresionisme, seperti Clude Monet, Vincent Van Gogh, Pierre Auguste Renoir, dan lain-lain. 

Fakta unik dari museum ini, dulunya adalah sebuah stasiun kereta api Gare d'Orsay, yang dibangun pada tahun 1898 dan 1900. Pada tahun 1900-1939 Gare d'Orsay menjadi pusat jaringan kereta api di wilayah Perancis barat daya. Gare d'Osay juga sempat menjadi pusat pengiriman surat dan barang bagi tahanan perang pada saat perang dunia ke dua, serta tempat untuk menyambut kepulangan para tentara setelah pembebasan mereka. Akhirnya pada tanggal 1 Desember 1986 tempat ini diresmikan menjadi museum. Museum ini juga menjadi tempat settingan film “Hugo”, karya Martin Scorsese yang masuk nominasi Oscar tahun 2012. 

Pemandangan Gedung Museum Orsay dari jembatan gembok cinta passerelle Léopold-Sédar-Senghor


Dengan membayar tiket seharga 12.00 Euro, sayapun mulai memasuki museum ini. Saat kaki masuk ke ruang utama, mata sayapun bersinar karena keindahan interior bangunan bekas stasiun ini. Ruangan besar dengan dekorasi ukiran di sisi kiri dan kanan serta sebuah jam tua khas stasiun kereta menambah keunikkan bangunan ini. Selain lukisan, museum Orsay juga mengoleksi patung, dekorasi dan keramik, furniture, arsitektur dan juga photography. Museum Orsay terdiri dari koleksi permanen/ tetap dari tahun 1848-1914 dan pameran sementara. Pada saat kunjungan saya, sedang berlangsung pameran Le Douanier Rousseau dengan tema ‘L’innocence Archaique’, dan Charles Gleyre dengan tema ‘Le Romantique Repenti’.


Ketika berjalan di ruangan besar ini, saya begitu menikmati deretan patung dari berbagai tahun dan berbagai bentuk. Seperti patung singa, patung anak-anak, malaikat, wanita, berburu, pertempuran, lelucun dan sebagainya. Di sisi kanan dari ruang utama terdapat ruang-ruang dengan berbagai karya dari pameran sementara, begitu juga dengan sisi kiri. Dan di setiap lantai juga terdapat berbagai koleksi lukisan dan patung serta kerajinan keramik, furniture, dan seni lainnya yang dari abad ke-18.








 

 Lukisan Ernest Meissioner (1844)


Lukisan Eugène Delacroix (1860)


Lukisan Gustave Guillaumet, "Priére du soir dans le Sahara" (1863)


 Lukisan Etinne Dinnet, "Esclave d'amour et Lumiére des yeux" (1900)


 Léon Benouville, "Martyrs chrétiens entrant à l'amphithéatre" (1855)


Elie Delaunay, "Peste à Rome". 1869


 Ernest Meissioner, "Le Siége de Paris". 1870-1871


 Jean-Léon Gérome, "Reception du Grand Condé par Louis XIV". versailles 1671



Bagi pecinta lukisan Vincent Van Gogh, dapat mengunjungi lantai dua, dan tentu saja saya tidak akan melewatkannya. Selain lukisan Van Gogh, terdapat lukisan dari pelukis lain di lantai dua ini, seperti Paul Signac, Paul Gauguin, paul Sérusier, dan lain-lain. Adapun lantai dua dan selanjutnya bukanlah lantai yang penuh, tetapi hanya di bagian tepi saja, sehingga di bagian tengah ruangan terbuka dimana kita dapat melihat seluruh ruangan. Dan disepanjang jalan, deretan patung-patung berbagai bentuk dan dengan berbagai cerita menambah keindahan museum iniDan bagi para pengunjung yang lelah atau hanya ingin menikmati keindahan patung dan lukisan terdapat bangku bagi para pengunjung.
Dan di lantai tiga terdapat koleksi oriental dengan berbagai macam lukisan, furniture dan keramik.










 Paul Signac, "Entre du Port de la Rochelle". 1921


 van Gogh


Van Gogh


 Van Gogh


van Gogh

Van Gogh

Ketika sampai di lantai lima, saya merasa masuk ke dunia abad ke-18 dengan berbagai koleksi lukisan para impresionist yang sudah tidak asing di telinga. Setiap lukisan menceritakan keindahan dari alam dan kondisi Perancis terutama Paris pada jaman itu. Dan di lantai ini saya dapat menikmati pemandangan Montmart dengan Basilika Sacre Cœur dikejauhan. Dan di lantai inilah terletak jam besar yang terlihat begitu megah dari luar. Selain turis, terdapat banyak juga anak sekolah yang sedang melakukan tugas sekolah dan rata-rata mereka adalah pelajar setara SMP dan SMU.



Pemandangan Montmart dgn Basilika Sacre Coeur

Pemandangan bianglala di Place de la Concord

Anak sekolah sedang melakukan tugas sekolah


Adapun lukisan impressionist adalah berusaha melukis secepat mungkin untuk menangkap momentum pada saat tertentu. Lukisan impressionist sebenarnya berusaha melukis cahaya atau pengaruh cahaya matahari pada sebuah objek, entah itu pohon, bunga atau pantulan bayangan pohon dan awan di atas permukaan air. Oleh karena itu, pelukis impressionist biasanya melukis di luar ruangan. Hal ini dimungkinkan karena ditemukannya cat air atau cat minyak dalam tube, sehingga bisa dibawa kemana-mana oleh sang pelukis. Pada tahun 1800-an, penemuan ini adalah penemuan luar biasa dalam dunia artistik, mungkin setara dengan penemuan internet di tahun 1990-an. Saat ini teknologi tube digunakan oleh industry pharmaceutical untuk menyimpan pasta gigi yang kita pakai sehari-hari.






 Gustave Courbet


 Claude Monet




 Claude Monet


 Claude Monet


 Claude Monet


 Claude Monet


 Claude Monet


 Claude Monet


 Claude Monet


 Claude Monet


 Camille Pissarro


Sayangnya pada saat kunjungan saya, lukisan karya Renoir sedang tidak ada, karena sedang pameran di museum London.
Saya begitu menikmati setiap lukisan di sini hingga tanpa sadar kalau saya sudah hampir terlambat untuk bertemu dengan seorang teman. 
Ahhhh…. Musée d'Orsay surga impresionist yang begitu menghinoptis.


Untuk mencapai Museum Orsay, naik metro turun di Musée d'Orsay.
kalau datang dari place de la Concord atau Jardin Tuileries, dapat menyeberang melalui jembatan passerelle Léopold-Sédar-Senghor, salah satu jembatan gembok cinta di Paris.


Happy Traveling....


2 comments:

Tira Soekardi said...

kapan ya bisa ke sana, secara aku suka museum

Mimi Champy said...

@Tira Soekardi terima kasih sudah mampir yah mbak. Di Paris terdapat begitu banyak Museum, dan setiap minggu pertama diawal bulan selalu gratis masuk museum, tetapi antrinya puanjang.... Ayo rencanakan jalan ke sini mbak...