Tuesday, 12 April 2016

Jembatan Cinta Paris Yang Selalu Abadi







Saat menyebut kota Paris, yang muncul di pikiran adalah, indah, romantis dan cinta. Dan bagi pasangan yang berkunjung ke kota romantis ini, mengunjungi Pont des Arts adalah sesuatu yang wajib. Pasangan yang datang dari berbagai penjuru dunia akan memasang gembok yang terpahat nama mereka sebagai simbol cinta di ruas pagar jembatan itu, Lalu, mereka membuang kuncinya ke Sungai Seine yang mengalir di bawahnya.
Ritual tersebut telah lama dilakukan oleh mereka yang percaya akan kekuatan gembok cinta ini, konon cinta merekapun akan lekang selamanya terkunci.
Karena ritual tersebut, sehingga bisa dibayangkan berapa gembok yang telah terpasang di jembatan ini ?

Pada tahun 2015 pemerintah kota Paris membongkar semua gembok cinta yang membebani jembatan Pont des Arts. Karena jembatan yang sudah cukup berumur itu dibebani ratusan ribu gembok yang mencapai berat lima puluh ton, sehingga cukup merusak jembatan Pont des Arts. Dan sebagai gantinya mereka akan mengganti seluruh pagar jembatan yang semula terbuat dari besi berlubang dengan semacam lembaran plastik kaca dengan berbagai grafiti, sehingga wisatawan tidak dapat menempatkan gembok lagi.

Tetapi apakah jembatan gembok cinta di Paris hanya tinggal nama sekarang?

Jangan kuatir jembatan cinta di Paris bukan hanya Pont des Arts saja, terdapat dua jembatan cinta lainnya, yaitu : Pont de l'Archevêché dan passerelle Léopold-Sédar-Senghor.



                      Pont des Arts (net)



Adapun memang jembatan cinta yang paling dikenal adalah Pont des Arts, yang merupakan jembatan khusus pejalan kaki yang melintasi sungai Seine, yang menghubungkan Institute de France dan Museum Louvre. Jembatan logam ini dibangun antara tahun 1981-1984 dengan panjang 155 m dan lebar 11 m. Karena terletak diantara dua landmark kota Paris, Pont des Arts menjadi salah satu jembatan paling terkenal di Paris. Maka tidak heran para pasangan kekasih yang berkunjung ke kota Paris megngaitkan symbol cinta mereka dijembatan ini. 
Untuk mencapai jembatan ini, stasiun metro yang terdekat adalah Louvre – Rivoli.



Pont de l'Archevêché (net)



Pont de l'Archevêché
Pont de l'Archevêché atau Archbishop's Bridge ini juga melintasi sungai Seine yang menghubungkan pulau île de la Cité di arrodissement 4 dan arrodissement 5. Pont de l'Archevêché ini dibangun tahun 1828 dengan panjang 67,2 m dan lebar 17 m. Berbeda dengan dua jembatan cinta lainnya yang khusus pejalan kaki, Pont de l'Archevêché digunakan sebagai jalan kendaraan bermotor dengan kedua sisi kiri dan kanan khusus trotoar untuk pejalan kaki. Jembatan ini terlihat hanya biasa saja, tetapi karena banyaknya gembok cinta yang menghiasinya dengan beraneka warna dan bentuk, maka jembatan inipun terlihat indah.
Stasiun terdekat dengan jembatan Pont de l'Archevêché adalah Maubert – Mutualité.



Passerelle Léopold-Sédar-Senghor



Passerelle Léopold-Sédar-Senghor
Jembatan gembok cinta ini adalah sebuah jembatan pejalan kaki yang melewati sungai Seine juga, yang menghubungkan Tuileries Garden dan Museum d’Orsay, serta tidak jauh dari Place de la Concord dan Museum Louvre. Dari ketiga jembatan cinta yang ada di Paris, saya paling suka dengan jembatan cinta passerelle Léopold-Sédar-Senghor, karena arsitekturnya yang unik.

passerelle Léopold-Sédar-Senghor, atau dulu dikenal sebagai passerelle Solférino dibangun antara tahun 1997-1999 dengan panjang 106 m dan total lebar 15 m, oleh insinyur dan arsitek, Marc Mimran. Pada tahun 2006 jembatan ini berubah nama menjadi passerelle Léopold-Sédar-Senghor, sebagai penghargaan Léopold-Sédar-Senghor tepat 100 tahun kelahirannya. Léopold-Sédar-Senghor adalah president Senegal periode 1960-1980 yang memiliki riwayat hidup dan pendidikan di Perancis. Dan merupakan orang Afrika pertama yang terpilih sebagai anggota French Academy (Académie Française). Léopold-Sédar-Senghor juga dianggap sebagai salah satu tokoh intelektual Afrika yang paling penting diabad ke-20. Disebut passerelle karena jembatan ini jembatan pejalan kaki (footbridge) yang dalam Bahasa Prancis disebut ‘passerelle’, bukan pont atau jalan jembatan (bridgeroad).
Karena jembatan ini memiliki arsitektur yang unik dan inovatif, maka Marc Mimranpun dinobatkan sebagai penerima penghargaan “Prix de l'Équerre d'Argent” (penghargaan arsitektur Prancis) tahun 1999.

Jembatan ini memiliki desain yang tidak biasa, dengan bentuk sedikit melengkung dengan struktur dasarnya hanya berupa satu lengkungan, dan tanpa struktur penyangga di bagian sungai. Dan lantainya dari kayu, yang memberi kesan exotic dan tradisional.
Jembatan ini juga memiliki jalan bawah jembatan yang juga melengkung, dengan anak tangga yang juga terbuat dari kayu sebagai tempat berjalan menurun. Satu ujung jalan bawah yang berada di left bank, terhubung dengan jalan dipinggiran sungai. Sementara ujung satunya lagi right bank, terhubung dengan jalan bawah tanah menuju ke Garden Tuileries. Jalan bawah jembatan ini juga tembus bagian tengahnya ke jalan jembatan bagian atas, sehingga terdapat 3 jalur di jembatan bagian atas dengan dipisahkan oleh pengaman dari besi. Di bagian tengah dekat pengaman besi inilah terdapat tempat duduk bagi para turis untuk menikmati panorama sekitar, terutama malam hari saat kota berubah menjadi “City of lights”.  

Untuk mencapai jembatan ini, stasiun metro yang terdekat adalah Assamblée Nationale.



Passerelle Léopold-Sédar-Senghor


Passerelle Léopold-Sédar-Senghor


Pemandangan di jembatan Passerelle Léopold-Sédar-Senghor



Dan tren memasang gembok di jembatan mulai booming bermula dari sebuah novel yang kemudian diangkat ke layar lebar. Novel Italia terbitan tahun 2008 itu berjudul Ho Voglia di Te (I Want You) ditulis oleh novelis dan film maker Federico Moccia. Dalam novel tersebut diceritakan si tokoh memasang gembok cinta di Ponte Mivio Roma dan membuang anak kuncinya ke sungai Tiber.

Sehari sebelum novelnya terbit, Moccia memasang gembok di jembatan tersebut untuk memberi kejutan bagi pembaca yang ingin membuktikkan apakah gembok cinta benar-benar terpasang di Ponte Milvio. Tiga minggu kemudian, Moccia terkejut luar biasa karena sudah ada 300-an gembok cinta di jembatan Milvio. Jumlah yang terus bertambah tanpa bisa dihentikan. Ia sama sekali tak menduga bahwa gembok cinta yang dipasangnya diikuti oleh sejoli lain.


Jembatan cinta tidak hanya di Paris saja, terdapat juga jembatan cinta di kota-kota lain di Eropa, Amerika, juga Asia, yaitu :

1.   Hohenzollern Bridge, Cologne, Jerman
2.   N Seoul Tower, Seoul, Korea Selatan
3.   Vodootvodny Canal, Moscow, Russia
4.   Mount Huang, China
5.   Most Ljubavi, Vrnjačka Banja, Serbia
6.   Malá Strana district, Prague
7.   Ponte Milvio Bridge, Roma
8.   Butchers’ Bridge, Ljubljana, Slovenia
9.   Brooklyn Bridge, NYC, New York

Jadi bagi teman-teman travelers yang berkunjung ke kota Paris dan ingin mengabadikan cinta anda dengan pasangan anda, bisa memilih jembatan cinta manakah yang akan anda tambatkan gembok cinta anda di kota romantis ini, Atau di 9 kota lainnya.


Happy Traveling...!

Ngetrip ke mana lagi ya... 

4 comments:

Fatmawati Stuby said...

Sabtu besok mau ke Paris, tapi ga pernah terpikir utk membuat gembok cinta. Tulisanmu bagus mbanya. Semangattt

Semoga bisa ketemu suatu waktu yaa

Salam, Fatma

Mimi Champy said...

Ahhh kl ke jembatan cinta dan kaitkan gembok cinta, sambil bikin pusi cintahhh.... indah tuhhh.... iya nih semoga kita ketemu suatu hari yaa.... salam tetangga :)

Johanes Anggoro said...

waaaaah paris

Mimi Champy said...

@johanes Anggoro, Paris memang selalu bikin kangen... :)