Monday, 12 October 2015

Berburu Chestnuts/ Kastanye







Bulan September hingga Oktober adalah musim gugur di daratan Eropa, dan pada saat musim gugur adalah saatnya panen bagi ladang anggur dan juga beberapa buah dan sayuran serta beberapa tanaman buah yang dapat ditemukan di hutan maupun areal ladang, seperti buah pecan dan chestnuts/ kastanye. Dan tidak hanya itu, dihutanpun kita bisa mencari jamur yang dapat dikonsumsi, tetapi tidak semua orang bisa memetik jamur dikarenakan ada beberapa jamur yang beracun dan rupanyapun hampir mirip dengan jamur yang dapat dikonsumsi.

Dan salah satu aktifitas kesukaan kami adalah berburu kastanye, dan bagi anak-anak itu adalah kegiatan mencari harta karun dan berlomba siapakah memungut yang paling banyak. Bagi anak-anak kami itu adalah sebuah tantangan dan juga explmorasi yang mengasyikkan, karena mereka harus berhati-hati bila ingin memungut buah ini, dikarenakan bila kastanye masih dalam kulit yang berduri, maka harus hati-hati dikeluarkan dari kulitnya, bila tidak maka tanganpun akan terluka oleh duri chestnuts yang tajam itu. 




Kastanye dapat ditemukan di supermarket juga, yang sudah siap di konsumsi dalam kemasan kaleng, dan pada musim gugur, mereka juga menjual yang masih mentah, tetapi dengan harga yang lumayan mahal. Bagi saya, lebih mengasyikkan mencari di hutan bersama keluarga kecil kami, dimana anak-anak dapat mengenal alam dan juga jenis buah-buahan yang dapat dikonsumsi, yang tentu saja gratis....
Banyak hal yang dapat anak-anak lakukan selama berburu kastanye, memanjat pohon yang tumbang, mengagumi pepohonan yang besar dan tinggi dengan usia ratusan tahun, serta tentu saja mengenal dan mendengar bunyi beberapa burung kecil bernyanyi indah. Hal-hal inipun mengingatkan masa kecil saya ketika di Kalimantan, beraktifitas di hutan mencari kelapa, jambu serta mengenal beberapa tanaman hutan dan burung khas Kalimantan.

 
  • Terdapat banyak varietas kastanye, varietas Eropa, Amerika dan Asia, dan tekstur kastanye seperti kentang atau jenis umbi-umbian yang gembur dan dapat menjadi tepung. Pohon kastanye cukup mudah tumbuh dan bisa berumur hingga ratusan tahun. Dan kita tidak memetik buah kastanye dari pohon, tetapi memungut yang jatuh ke tanah, karena mereka hanya matang setelah mereka jatuh ke tanah. Jadi tidak perlu memanjat pohon kastanye yang tingginya ada yang melebihi pohon kelapa.


     Pohon Kastanye


  • Lapisan terluar kastanye adalah kulit berduri seperti landak laut dengan ukuran sebesar bola tenis, dan dalam kulit yang berduri itu kita akan menemukan beberapa buah kastanye yang berwarna coklat mengilap. Jadi bila ingin memungut kastanye akan lebih baik bila memakai sarung tangan, daripada tangan terluka ketika membuka buah berduri itu.

  • Setelah mendapat banyak kastanye dan sampai di rumah, rasanya ingin masak saat itu juga kan? Bisa dioven ataupun dibuat krim selai hiasan kue ataupun campuran utk kue, tetapi, pekerjaan memasak kastanye itu tidaklah semudah memasak kacang jenis lain.... sebelum kastanye di dapatkan isinya, ada berbagai cara memasak kastanye, tetapi yang paling umum adalah di oven. Nah sebelum masuk ke oven, pertama-tama belah kastanye dengan tanda X atau +, supaya bila dimasukkan ke oven ada jalan udara keluar dari kulitnya dan tidak meledak di dalam oven dengan isinya yang berhamburan dimana-mana. Itu pernah terjadi dengan saya, ketika pertama kali saya kenal kastanye, sayapun memanggang kastanye tanpa di belah, tetapi apa yang terjadi? Kastanye yang tidak saya belah meledak di dalam oven, dan isinya berhamburan bagaikan tepung yang meledak.
    Kastanye juga bisa di rebus lalu dikupas kulitnya utk membuat puree atau nasi khas Jepang 'Kurigohan', atau bisa juga di masukkan ke oven lagi untuk dipanggang dengan suhu 220
    derajat, panggang hingga wangi dan kulitnya terbuka (sekitar 20-30 menit).

    Ini beberapa resep kastanye, Dan Lepard’s Mont Blanc layer cake, Sweetened chestnuts puree, Kurigohan. Dan saya juga sering membuat cake dengan kreasi sendiri dengan krim dari kastanye, dan anak-anakpun sangat menyukainya.





2 comments:

Imam Bochari said...

Seru yah dulu saya juga pernah beberapa kali ke Eropa khususnya di Kota Rimini, Milan (Italia)
Helsinki (Finlandia)
Budapest (Hungaria)
untuk mengikuti beberapa kontes paduan suara :)

Anyway salam kenal ad ID saya ya (Imam Make Up Artist)
https://yuvita.wordpress.com/2015/08/23/thanks-cara-delevigne/

Mimi Champy said...

Wah hebat ikut paduan suara sampai ke negeri jauh....