Wednesday, 26 November 2014

Menyusuri Kota Salzburg, Austria



Tahun 2012 ketika saya dan keluarga mengunjungi kota Munich di Jerman, kitapun sekalian mengunjungi seorang teman di kota Salzburg, Austria. Perjalanan dari Munich ke Salzburg sekitar 2 Jam-an dengan mobil melalui jalan tol dan jalan pedesaan. Selain itu kota ini dapat di capai juga dengan kereta api dari beberapa kota dinegara tetangganya, tetapi kami lebih menikmati perjalanan dengan mobil sehingga dapat menikmati pemandangan sepanjang jalan menuju ke kota Salzburg. Dan salah satu kota yang kami lewati terdapat sebuah danau dengan  latar belakang pegunungan dengan puncaknya yang putih karena salju, sungguh pemandangan yang indah.



 Danau dengan gunung saljunya



 Pemandangan yg kami lihat dalam perjalanan ke Salzburg
 


Salzburg adalah ibukota di provinsi dengan nama yang sama, dan merupakan kota terbesar keempat di Aus­tria yang menawarkan banyak atraksi, festival music, dan wisata. Salah satu tempat wisata paling terkenal di Salzburg adalah kota tua (Altstadt) yang menawan dengan arsitektur Barok yang terkenal dan salah satu kota terbaik di pusat utara Pegunungan Alpen. Kota ini terdaftar sebagai warisan dunia UNESCO pada tahun 1997. Selain itu, Salzburg juga merupakan kota kelahiran  beberapa komponis klasik terkenal, seperti Johan Strauss, Franz Peter Schubert dan tentu saja Wolgang Amadeus Mozart, dengan karya-karyanya yang jenius dan tetap abadi hingga kini. Dan kitapun sempatkan diri mengunjungi rumah kelahiran Wolgang Amadeus Mozart yang telah dijadikan museum 'Mozart Geburthaus' di salah satu jalan utama kota tua di Salzburg.



 Schloss Mirabell palace

 
 
Ketika kita memasuki kota Salzburg, dari jauh saya telah melihat Hohensalzburg Fortress atau benteng Hohensalzburg yang terletak diatas bukit, Hohensalzburg Fortress merupakan sebuah benteng terbesar di Eropa Tengah yang dibangun pada tahun 1077.
Setelah kami mendapat tempat parkiran, pertama-tama yang kami kunjungi tentu saja "Schloss Mirabell palace", sebuah istana dengan taman yang indah yang di bangun pada tahun 1606 atas perintah pangeran Wolf  Dietrich Raitenau sebagai kediaman gundiknya Salome Alt. Istana dengan taman yang memukau ini masuk dalam situs warisan dunia UNESCO, dan sekarang istana ini menjadi Salzburgs Buergermeister (kantor walikota) dan administrasi kotamadya. Ketika kami memasuki pintu gerbang taman, saya langsung melihat sebuah air mancur berdekorasi patung pegasus, dan di air mancur inilah salah satu setting film 'The Sound of Music' yang melegenda itu. 



 Air mancur dgn patung Pegasus



 Taman di  Schloss Mirabell



Setelah puas mengelilingi Schloss Mirabell dan taman-tamannya yang cantik serta berbagai dekorasi patung yang indah, kamipun melanjutkan perjalanan ke Altstadt. Sebelum sampai di kota tua, kami menyebrangi sungai Salzach yang bersih dan di sisi kanan kiri sungai, terbentang jalan sekitar dua meter yang biasa digunakan pejalan kaki dan pesepeda. Dan terdapat beberapa bangku untuk beristirahat bagi pejalan kaki sambil menikmati pemandangan sungai dan kota tua. Di jembatan yang kami lewati hampir seperti jembatan gembok cinta di Paris, jembatan ini juga terdapat banyak gembok cinta yang di pasang di pagarnya. Tetapi sayangnya jembatan ini tidak sebesar yang di Paris. 



 Gembok2 yg terpasang di jembatan gembok cinta



Sungai Salzach


 
Ketika memasuki kota tua, suasana klasik dan tenang langsung terasa. Gedung-gedung tua dengan arsitektur barok yang masih berdiri megah dan terawat dengan baik, seolah-olah waktu tak mampu menghapus keindahannya. Dan kita dapat mengelilingi kota tua ini dengan sewa kereta kuda (design keretanya seperti jaman dulu), sewa sepeda, sewa segway (kendaraan elektrik dengan 2 roda), ataupun berjalan kaki, dan kami memutuskan berjalan kaki saja. Di kota tua ini terdapat banyak jalan-jalan dan lorong-lorong tua yang sempit, dengan gedung tua di kiri dan kanan jalanan, yang telah berubah fungsi menjadi cafe-cafe, toko-toko cinderamata dan toko-toko coklat. Dan jangan heran bila banyak pernak pernik dalam bentuk note musik serta coklat dengan gambar Wolgang Amadeus Mozart. Sepanjang jalan kami juga menemui banyak penjual dan pemusik jalanan yang sibuk dengan aktifitasnya. 



 Salah satu lorong di kota tua



 Pemusik jalanan



 Coklat dgn gambar Mozart



 Penyewaan Kereta kuda



 Segway


Ketika kami sampai di Residenzplatz Square, sebuah alun-alun di kota tua, kami berhenti di sebuah air mancur marmer bergaya Barok yang dibangun antara tahun 1656 -1661 , dan merupakan air mancur terbesar di Eropa Tengah. Setelah berfoto-foto di air mancur, kamipun menuju ke Benedictine St. Peter′s Abbey, sebuah biara tertua di dunia dalam wilayah berbahasa Jerman. Dan lingkungan di kawasan biara ini adalah kawasan tertua di kota Salzburg. Setelah itu kamipun lanjut ke katedral Salzburg yang tidak jauh, lalu lanjut ke Neue Residenz, terus ke Alte Residenz. 



 Residenzplatz Square




Interior St. Peter′s Abbey



Dan ketika kami berjalan menuju ke Kapitelplatz, sebuah tempat terbuka dengan sebuah bola Emas raksasa dan papan catur raksasa, saya melihat sebuah patung yang cukup seram di sebuah pojokan lorong. Dan saya teringat akan gambar-gambar malaikat kematian, atau hantu dalam film 'Scream', tetapi tanpa wajah, mmmm... apa maksud patung ini yah? 



 Kapitelplatz



 Patung yg seram


Setelah puas mengelilingi Altstadt dan membeli beberapa suvenir khas Salzburg, kamipun ke cafe Bazaar, yang terletak di tepi Sungai Salzbach untuk bertemu dengan teman yang tinggal di kota ini.
Dan kami sangat menikmati perjalanan singkat ini, walalupun kami tidak sempat mengunjungi Hohensalzburg Fortress serta beberapa tempat indah di luar kota Salzburg. Semoga kami bisa berkunjung kembali ke kota ini dan mengunjungi tempat-tempat di luar kota Salzburg.



Bertemu teman






2 comments:

sariwidiarti said...

bagus banget kayak di film-film :)
pengin banget ke sana \o/

Mimi Champy said...

@sariwidiarti terima kasih udah mampir yah mbak, Iya selama jalan di sini jd terbayang2 film Sound of Music.....