Monday, 13 November 2017

Peragaan Busana Yang Dipadu Coklat, Indah dan Unik!








Setiap tahun, perancang busana dan para pembuat coklat dari seluruh dunia berkolaborasi untuk menciptakan busana yang dipadu dengan coklat. Hasil? Luar biasa anggun dan unik.

Acara tahunan Salon du Chocolat di Paris yang berlangsung dari tanggal 28 Okt hingga 01 Nov 2017, mengusung tema Chcocolatiers dan Couturiers yang bekerja sama untuk menghadirkan koleksi 2017, yang menggabungkan keaslian, kreativitas, dan keanggunan.

Selama 4 hari, para perancang dan para pembuat coklat akan berkolaborasi merancang 15 baju untuk di pamerkan dalam fashion show tiap harinya. Rancangan baju dengan hiasan coklat, tas coklat, hiasan kepala coklat, gaun dengan bunga2 coklat putih, bahkan ada gaun dengan kue éclair, unik ya?

Dan selama di salon du Chocolat, saya dan anak-anak sangat menikmati setiap stand coklat di sini, berbagai bentuk dan jenis coklat selalu menggoda, dan fashion show dengan kolaborasi coklat.... sayapun terkagum-kagum.... Keren dah!

beberapa pembuat coklat perancang busana:
Nicolas Haelewyn untuk Karamel Paris & Maria Luisa Ortiz 
Patrice Chapon & Laurence Bossion
Christophe Adam untuk l’Éclair de Génie & Isadora Delarose 


Nih Video Lengkapnya:






 HAPPY TRAVELING .....
 

Tuesday, 24 October 2017

Pont Alma, Saksi Bisu Kecelakaan Lady Diana








Terowongan Place de l’Alma dengan panjang terowongan 300 meter menjadi saksi bisu atas kecelakaan yang menimpa Lady Di, si Putri Rakyat (People's Princess) pada tahun 1997.

Terowongan ini adalah underpass yang terletak 2 km dari Menara Eiffel, yang terbagi menjadi dua jalur, barat dan timur. Di atas terowongan terdapat sebuah tugu memori untuk mengenang putri Diana, the flame of liberty de pont de l’Alma. Tugu api ini adalah replika dari api diujung obor pada patung Liberty di New York.  Bara api tersebut di berikan kepada Perancis dari Amerika di tahun 1989 oleh International Herald Tribune dengan plakat bertuliskan “the Flame of Liberty’ di bawahnya. Patung tersebut digunakan sebagai simbol persahabatan antara Perancis dan Amerika.

Tugu ini tidak pernah sepi pengunjung dan juga kiriman bunga, foto-foto, serta doa dan puisi untuk mengenang putri kerajaan Inggris tersebut. Tugu ini dikelilingi rantai yang akhirnya menjadi gantungan kunci gembok sebagai tanda cinta kepada putri Diana dari masyarakat yang berkunjung ke sini. Walau sang Putri telah tiada selama 20 tahun, tetapi legenda dan kebaikan hati sang putri tetap di hati setiap masyarakat dunia. 


Untuk menuju ke sini naik metro line 9, turun di Pont Alma-Marceau





Video lengkapnya bisa dilihat di sini:







HAPPY TRAVELING....


Tuesday, 17 October 2017

Keunikkan Makam Napoleon Bonaparte Sang Penakluk Dari Prancis







Kebesaran nama Napoleon Bonaparte sudah sering kita dengar sejak sekolah. Bagaimana sang kaisar dari Prancis ini menguasai hampir seluruh daratan Eropa.


Tak hanya kisah hidupnya yang dikenal masyarakat luas, tetapi tempat peristirahatan terakhirnyapun menjadi salah satu wisata sejarah yang banyak dikunjungi wisatawan dari berbagai penjuru dunia. Tidak seperti makam pada umumnya, lokasi makam salah satu raja kenamaan Prancis ini dapat dibilang sangat unik dan mewah, karena terletak dalam kompleks Hotel National des Invalides. Yaitu sebuah kompleks bangunan yang terdiri dari Museum Angkatan Bersenjata Perancis (Musèe de l’Armee), Museum Plans Reliefs dan Museum  Ordre de la Liberation, dan gereja Dome, dimana makam Napoleon berada. Awalnya kompleks bangunan ini dibangun sebagai fungsi rumah sakit dan rumah bagi tentara cacat oleh Louis XIV. 











Dengan tiket seharga 11 euro, para pengunjung dapat mengunjungi tiga museum dan makam Napoleon. Saat masuk dalam bangunan yang dulunya merupakan kapel/ gereja kerajaan berkubah besar, terdapat ruangan begitu besar dengan pilar-pilar yang kokoh dan langit-langit dengan kubah yang besar. Sebuah kubah dengan berbagai lukisan serta dipenuhi dengan dekorasi berlapiskan emas yang begitu mewah. Dibawah kubah terdapat sebuah void hingga ke lantai bawah yang dikelilingi pilar besar berhias patung-patung sebagai lambang kemenangan Napoleon dalam peperangan. Dan di tengah-tengah terdapat sebuah sarkofagus marmer coklat kemerahan, itulah makam Napoleon Bonaparte. Selain Napoleon, di sini juga disemayamkan Vauban, seorang artisek kebanggan Prancis, jenderal pembantu dan saudara lelaki Napoleon, juga Napoleon II, putra Napoleon Bonaparte dari istri keduanya Marie Louise (Austria).
  




Para pengunjung dapat melihat lebih dekat makam Napoleon setelah menuruni tangga yang terdapat dibelakang sebuah salib besar. Sarkofagus marmer ini diletakkan di atas penyangga batu granit hijau, dengan lantai terbuat dari marmer beraneka warna yang mewah. Yang paling mengesankan dari makam Napoleon adalah, bahwa di dalam sarkofagus  masih terdapat 5 lapis peti mati lagi yang terbuat dari berbagai jenis bahan, yaitu: besi, kayu mahogani, eboni, dua lapis timah, dan kayu oak. Di dalam peti mati berlapis 6 inilah jenazah Napoleon Bonaparte diletakkan, berpakaian seragam lengkap dengan topi di kakinya.

Napoleon Bonaparte meninggal di pembuangannya di pulau St Helena tahun 1821, dan tahun 1840 jasadnya dipindahkan ke kapel St. Jerome, Paris. Dan berada di lokasi museum ini merupakan langkah pemindahan dari Raja Louis Philippe I.







Metro menuju ke sini : Metro line 8 dan 13, dan RER C, turun di Les Invalides.
   


Video lengkapnya bisa lihat di sini:








HAPPY  TRAVELING......